Wednesday, December 12, 2018

Belanja Itu Hobi, Iseng, Atau Butuh?

foto : freepik.com

Tanggal 12 Desember diperingati sebagai Hari Belanja Online Nasional atau biasa disebut dengan istilah Harbolnas. Saking tingginya transaksi online, maka dibuatkanlah satu hari khusus untuk memperingatinya. Tidak tanggung-tanggung beberapa toko online atau marketplace ikut memeriahkan Harbolnas. Tentu ini juga menjadi peluang bagi pembeli. 

Aktifitas belanja nyatanya dapat meningkatkan hormon dopamin, loh gaes. Hormon dopamin adalah hormon yang mengatur tingkat bahagia seseorang. Saya termasuk salah satu orang yang jika berbelanja hormon dopaminnya meningkat. Tapi, lebih spesifik belanja makanan dan perintilan dapur, ya. 

Jika beberapa orang seusia saya sibuk berbelanja tas, sepatu bahkan baju, saya justru sama sekali tidak tertarik dengan hal yang demikian. Saya justrus sangat tergiur untuk berbelanja makanan. 

Harbolnas yang jatuh tanggal 12 Desember ternyata dipenuhi berbagai diskon dari banyaknya penjual online. Beberapa marketplace pun tidak ketinggalan menawarkan bermacam-macam diskonnya. Saya justru tidak turut memeriahkannya. Sebab, bukan makanan. Selain itu juga, beberapa barang ternyata tidak benar-benar saya butuhkan.

Gaes, Saya termasuk orang yang cukup perhitungan untuk urusan belanja. Dulunya saya juga sangat boros. Mungkin sampai sekarang juga masih, tapi lebih bijak untuk mempertimbangkannya terlebih dahulu. Mungkin karena sudah 11 tahun merantau, jadi lebih terbiasa mengelola keuangan. Saya pernah dalam kondisi benar-benar krisis. Itu adalah titik dimana saya kapok dan memilih untuk lebih bijak dalam berbelanja. 

Banyak hal yang belakangan saya pikir adalah sesuatu yang sangat mubazir. Beberapa benda yang dulunya terbeli dan akhirnya tidak terpakai membuat saya benar-benar menyayangkan. Bukannya tidak boleh berbelanja, tapi wajib tahu manfaat dari apa yang akan dibelanjakan. Sekalipun itu adalah makanan. Harus tahu bahwa kita mampu menghabiskannya. 

Beberapa hari belakangan saya juga sempat mendengar bahwa barang-barang kita yang tidak terpakai turut di hisab jika kelak kita meninggal. Dari dulu memang saya tidak pernah menumpuk barang. Jika saya hendak membeli sesuatu padahal barang serupa sudah ada, saya lebih memilih untuk menyumbangkan yang lama untuk bisa membeli yang baru. Tujuan saya adalah barang-barang itu tidak menumpuk di lemari. Sebab saya pun termasuk yang tidak suka mengoleksi banyak barang. 

Teman-teman ada yang sama seperti saya? Sharing, yuk. 

Thursday, December 6, 2018

Bisa Bermain Tapi Tetap Sehat. Berikut Beberapa Jenis Olahraga Yang Asik Seperti Bermain

photo : ig @itsbaada

Tubuh yang sehat nyatanya adalah aset utama yang dimiliki oleh manusia. Sahabat bisa melakukan apa saja jika kondisi tubuh sedang prima. Jika sakit, tentu menghambat segala aktifitas. Beberapa kenikmatan juga tidak bisa dirasakan seperti biasa. Seperti jalan-jalan atau makan. 

Untuk menjaga kesehatan memang perlu adanya asupan nutrisi yang baik. Ini bisa didapatkan dari mengatur apa yang masuk kedalam tubuh. Pemilihan makanan sehat tentu sangat mempengaruhi kondisi tubuh. Selain itu Sahabat, kita juga perlu mengatur pola hidup. Seperti pola tidur, pola makan (waktu-waktu makan), dan pola olahraga. 

Masih banyak orang yang ternyata sangat kesulitan untuk melakukan olahraga. Padahal, olahraga banyak sekali manfaatnya. Rasa letih dan jenuh biasanya menjadi alasan beberapa orang untuk enggan melakukan olahraga. Oleh sebab itu, saya mau berbagi tentang beberapa jenis olahraga yang sangat menyenangkan jika dilakukan. Kita bisa seru-seruan tapi tetap sehat. Beberapa diantaranya seperti:

Bersepeda
Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang sangat praktis. Tinggal duduk dan gowes. Bersepeda tidak hanya melatih otot kaki, tetapi bisa menjadi terapi untuk pernapasan juga, loh. Sahabat bisa melakukannya disekitaran rumah. Jadi tidak perlu keluar jauh-jauh. 

Berenang
Yang suka air pasti doyan renang. Olahraga yang satu ini juga tidak kalah banyak manfaatnya. Untuk anak usia pertumbuhan sangat dianjurkan untuk lebih banyak berenang sebab merangsang pertumbuhan. Selain itu, berenang juga mampu menjadi terapi pernapasan. Beberapa penyanyi besar memilih renang sebagai olahraga andalan. 

Futsal
Olahraga ini biasanya dimainkan oleh kaum laki-laki. Tapi, beberapa teman saya yang perempuan ternyata juga memiliki komunitas futsal perempuan, loh Sahabat. Tidak hanya melatih otot kaki dan jantung, futsal juga ternyata bisa membangkitkan rasa solidaritas. Karena bermain futsal butuh kerjasama tim. Seru, kan?

Zumba
Yang suka gerakin tubuh, pasti cocok dengan olahraga yang satu ini. Zumba biasanya dilakukan dengan beberapa gerakan cepat yang mengikuti alunan musik. Beberapa orang yang mengikuti zumba mengatakan bahwa tidak hanya membuat tubuh menjadi fit tapi bisa melangsingkan karena cepat membakar kalori dan memberi efek bahagia. Sahabat bisa melakukannya sendiri di rumah. Banyak video zumba yang bertebaran di dunia Youtube. Jika tidak punya waktu untuk mengikuti kelas zumba, Sahabat bisa memanfaatkan internet untuk dapat mengikuti gerakan-gerakan zumba. 

Beberapa contoh di atas tidak hanya dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar, tetapi juga memberi efek bahagia. Sahabat juga tidak akan merasa terbebani melakukan olahraga sebab beberapa olahraga diatas benar-benar seperti mengajak kita bermain. Jadi pemikiran bahwa olahraga itu berat dan membosankan pasti hilang. Yuk, mulai rutin olahraga. Jika belum mampu melakukan hal di atas, ngepel di rumah juga lumayan mengurangi kalori. Pilihlah jenis-jenis olahraga yang membuat Sahabat nyaman, ya. 

Wednesday, December 5, 2018

Alih-alih Berdiam di Rumah, Berikut Pekerjaan Yang Menghasilkan Rupiah Meski Dari Rumah

pict by pixabay

Kodrat wanita adalah berlemah lembut. Banyak orang yang memposisikan wanita sebagai makhluk yang lemah. Namun, jika ditilik, wanita tidak dapat dikategorikan lemah. Justru wanita merupakan makhluk yang paling kuat. Entah dari fisik ataupun batin. Hanya saja beberapa orang memang cenderung terlihat lebih feminim.

Berbicara terkait wanita, berbicara tentang kodratnya. Tidak hanya mesti berlemah lembut, melainkan tinggal di rumah, mengurus rumah, anak dan suami. Wanita yang sudah menikah memang dikodratkan demikian. Namun sayang, hal itu hanya ada di kehidupan lampau. Wanita memang disunnahkan berada di dalam rumah. Olah sebab itu banyak yang bernggapan bahwa tugas wanita hanyalah mengurus dapur dan keluarga. Hingga beberapa orang yang tidak memahami mengotakkan wanita sebagai makhluk yang tidak dapat melakukan apapun. Pemikiran demikian sungguh salah besar. Jika wanita mengeluarkan powernya, maka bisa jadi Ia akan lebih hebat dari lelakinya. Gimana dears? Setuju, kah?

Wanita yang memilih tinggal di rumah bukan berarti Ia tidak dapat melakukan apapun. Bahkan dari rumah pun seorang wanita bisa menghasilkan pundi rupiah, loh. Beberapa diantaranya seperti:

Membuka jasa catering
Skil memasak seorang wanita juga bisa dijadikan bisnis rumahan. Walaupun tidak besar, Ia bisa memulai dengan menjajakan masakannya di sekitar tempat tinggal. Tidak sedikit para ibu rumah tangga yang memilih usaha berjualan makanan dari rumah. Media sosial menjadi sarana promosi.

Membuka warung sembako
Selain makanan, kios-kios kecil juga bisa jadi pilihan. Memanfaatkan sedikit lahan untuk kebutuhan harian cukup membantu. Meski untungnya tidak banyak, namun cukup membantu menambah pemasukan harian para ibu.

Menjadi penulis
Menjadi seorang istri dan ibu bukan berarti cita-cita terhenti dan berhenti memberi manfaat. Jika waktu keluar rumah tidak seleluasa saat sebelum menikah, maka dengan menulis cukup mengobati. Selain mendapatkan banyak ilmu, menulis juga dapat mendatangkan income tambahan.

Sebenarnya, masih banyak hal yang dapat dilakukan seorang wanita jika berada di rumah. Wanita bisa berkarya dan turut berpenghasilan juga. Banyak hal yang bisa dilakukan wanita dari rumah. Dan banyak juga pekerjaan dari rumah yang bisa menghasilkan rupiah. So, Dears, jangan berkecil hati menjadi ibu rumahtangga ya.

Tuesday, December 4, 2018

Hati-Hati! Banyak Diskon Mengintai

picture: pixabay.com
Gengs, memasuki akhir tahun tentu sudah sangat ramai kita melihat dan bahkan mendapatkan secara langsung berbagai promo menarik. Salah satunya adalah penawaran diskon yang kadang bisa bikin geleng-geleng kepala. Nyaris seluruh dagangan sedang banjir diskon. Nah, Gengs semua tim pemburu diskon atau bukan nih?

Siapapun pasti senang berbelanja. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tapi pernahkah kita menimbang apa yang kita belanjakan? Apakah memang karena butuh atau hanya lapar mata saja? Tidak jarang kita masih suka menggerutu ketika usai berbelanja. Menyesali mengapa harus belanja ini dan itu padahal tidak termasuk sesuatu yang sangat perlu dibeli pada saat itu.

Nah, berikut beberapa tips agar tidak mudah lapar mata ketika sedang melihat promo:

• Pastikan kita paham yang mana kebutuhan dan keinginan
Gengs, sebagai perempuan kita perlu lebih peka terhadap dua istilah tersebut. Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang sangat berbeda. Jika kedua hal itu saja kita tidak dapat membedakannya, tentu akan sulit menolak lambaian diskon di berbagai pusat perbelanjaan.

• Membuat skala prioritas
Jika kita sudah paham perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, kita juga perlu membuat skala prioritas. Meskipun saat itu ada dua hal yang merupakan kebutuhan, kita bisa lebih bijak lagi jika menggunakan skala prioritas. Apakah sesuatu yang akan di beli itu adalah sesuatu yang langsung difungsikan atau tidak. Jika tidak, tahan diri untuk berbelanja ya Gengs.

• Melakukan pencatatan keluar masuk uang
Mungkin ini sangat menyita waktu dan terlihat sedikit ribet. Tapi Gengs, ternyata mengelola pencatatan keuangan mampu membuat kita lebih paham tentang apa yang kita belanjakan, loh.

• Menganggarkan biaya belanja
Sebenarnya ini sangat penting. Tapi, kebanyakan kita lebih memilih untuk tidak menganggarkannya. Adanya pos-pos belanjaan membuat kita lebih tertib dalam berbelanja. Kita bisa pisahkan biaya liburan dan biaya belanja lainnya. Sehingga, ketika berbelanja kita tidak merusak pos belanjaan yang lainnya.

Kita mungkin tidak dapat menghindari godaan diskon, tapi kita bisa menahan diri untuk bisa berbelanja dengan bijak. Terapkan yuk.


Sunday, December 2, 2018

CLBK lagi!


Pict. by pixabay

Semangat Pagi Sahabat,

Hari ini saya akan bercerita tentang mengapa sih balik lagi ke blog?
Blog bukan hal baru buat saya. Pertama kali menggunakan blog untuk menuangkan tulisan adalah pada saat duduk di bangku SMA. Tentu karena kecintaan terhadap dunia menulis. Sekedar informasi nih, saya mulai menulis sejak SD, loh. Saat itu media menulis tidak secanggih hari ini. Saat ini banyak sekali paltform menulis bertebaran. Dulu saya menulis hanya dengan menggunakan buku dan pulpen. Benar-benar menulis.  Benar-benar ditulis.

Berbicara soal awal mula menulis sangat klise sih. Tapi, benar-benar menjadi batu loncatan banget. Pasti banyak yang juga menulis dimulai dari menulis diary! –Tos. Dan ini benar-benar saya lakukan sampai SMA kadang-kadang. Tidak cuma diary, mulai SMP saya coba menjajal cerita mini. Berlanjut menjadi cerita bersambung. Dan pada saat lulus SMP ternyata buku itu rampung. Ada tiga buku yang rampung selama saya pelan-pelan belajar menulis. Salah satunya ternyata di baca oleh teman sekelas waktu SMA kelas 1. Rasanya malu dan senang dalam waktu bersamaan.

Selama menulis, tidak pernah terpikir oleh saya bahwa kelak akan menjadi seorang penulis buku, penulis artikel, atau apapun yang berkaitan debgan dunia literasi. Apa yang saya tulis pada saat itu benar-benar apa yang membuat saya bahagia. Saya tidak pernah tahu bahwa seorang penulis bisa jadi kaya. Kondisi tempat tinggal yang cukup terisolir, membuat saya lumayan rabun dengan beberapa profesi selain dokter, polisi dan insinyur. Btw, selain menyukai menulis, saya juga penggemar komik serial cantik.  Ada yang samaan?

Beberapa saat setelah buku kedua yang saya tulis beredar di se-antero kelas, semesta seperti memberi jalan. Saya diperkenalkan dengan sebuah media yang namanya BLOG. Dan semenjak saat itu, saya mulai membuat blog. Apa langsung aktif? Ya, jelas tidak. Untuk bisa aktif di blog, setidaknya saya harus  punya akses internet. Meski ada komputer di rumah, fungsinya tidak lain hanya untuk mengerjakan makalah yang di sadur dari buku pinjaman perpustakaan sekolah.
Blog yang saya buat sejak SMA, terjamah hanya beberapa kali saja. Saya merasa menulis di buku tulis jauh lebih menyenangkan. Hingga suatu ketika hijrah ke Makassar dan mendapatkan banyak komunitas dengan kecintaan yang sama. Mata saya pun terbuka. Beberapa media saya coba meski akhirnya berdebu ditinggal sang empunya di hari pertama dibuat.

Nah, blog ini adalah blog lama yang mengalami 3x penggantian nama domain. Jujur sampai saat ini pun saya masih sering plinplan menentukan nama blog. Karena menggunakan nama pribadi sudah tidak bisa. Saat ini saya menggunakan blog dengan domain yang tak berbayar. Mau banget punya nama domain yang kece, tapi menilik bahwa saat ini saya sedang berproses, maka saya putuskan untuk menggunakan yang free hingga mendapatkan kondisi ternyaman menggunakan platform ini.

Rencananya blog ini akan saya isi dengan berbagai aktifitas yang informatif. Saya juga mungkin akan beberapa kali mengisi dengan cermin. Sekedar informasi, blog saya dulu isinya adalah cerita cinta-cintaannya anak abegeh jaman old. Karena saya sebagai penulis mengalami sindrom jijik dengan karya sendiri, maka konten tersebut saya hapus di 2016 silam. Sebenarnya tidak terlalu lebay banget, namanya pemula pasti salah dan pasti alay. Hanya saja, pikiran dan hati saya saat itu tidak se-iya se-kata. Maka moment hijrah ke Balikpapan menjadi moment untuk menghempaskan kisah kasih alay yang tertuang di blog lama saya.

Sekian ya.